Wertheimer (1880-1943) merupakan permulaan berkembangnya teori kognitif, dimulai dengan teori gestalt yang meneliti tentang pengamatan dan pemecahan masalah (problem solving). Gestalist (psikolog yang menggunakan teori gestalt) berpendapat bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Kegiatan belajae menggunakan pemahaman terutama hubungan antara bagian dan keseluruhan. Intinya, menurut gestaltis tingkat kejelasan dan keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran.
Teori Belajar Medan
Kurt Lewin (1892-1947) merupakan peletak dasar teori medan belajar kognitif dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi-sosial. Lewin menganggap masing-masing individu berada di dalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis yang disebut life space. Life space meliputi perwujudan lingkungan di mana individu bereaksi. Belajar berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan struktur kognitif adalah hasil dari dua macam kekuatan (satu dari struktur medan kognisi, dan yang lainnya dari kebutuhan motivasi internal individu. Lewin memberikan peran lebih penting pada motivasi dari reward.
Teori Belajar Perkembangan Kognitif
Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari kongkret menuju abstrak. Pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemampuan mental yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif, melainkan kualitatif. Intinya, perkembangan kognitif bergantung pada akomodasi. Siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar dapat belajar, karena siswa tidak bisa belajar dari sesuatu yang telah diketahui.
Menurut Piaget, setiap anak mengembangkan kemampuan berpikirnya menurut tahap yang teratur. Pada satu tahap perkembangan tertentu akan muncul skema atau struktur tertentu yang keberhasilannya pada setiap tahap amat tergantung pada tahap sebelumnya. Tahapan perkembangan anak menurut Piaget yaitu:
- Tahap sensori- motor (lahir-2 tahun). Belajar dengan cara melihat, meraba, mengecap, mencium dan menggerakkan.
- Tahap Pra-operasional (2 - 7 tahun). Anak mengandalkan persepsi realitas.
- Tahap Operasi Kongkret (7 - 11 tahun). Anak mulai mengembangkan pikiran logis.
- Tahap Operasi Formal (7 - 15 tahun). Anak sudah mampu berpikir abstrak, mengenai gagasan.
Teori Belajar dengan Penemuan
Jerome Bruner berpendapat bahwa anak harus berperan secara aktif dalam pembelajaran di kelas. Discovery learning yaitu siswa mengorganisasi bahan pelajaran yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir yang sesuai kemajuan anak tersebut.
Posting Komentar
Ayo berkomentar dengan Bahasa yang Baik dan Sopan :)