Hukum belajar ini bermula dari penelitian Thordike tentang kucing lapang yang dimasukkan ke dalam kotak. Kotak tersebut terdapat pintu yang akan terbuka bila pengungkit di dalam kotak disentuh. Di luar kotak ditaruh makanan. Maka dari itu, kucing akan berusaha untuk mencari jalan keluar agar bisa mendapatkan makanan. Kemudia Thordike membuat tiga hukum primer dari penelitian tersebut:
- Hukum Akibat (The Law of Effect)
- Hukum Latihan (The Law of Training)
- Hukum Kesiapan (The Law of Readiness)
Kemudian Hukum Sekunder sebagai berikut:
- Hukum respons ganda (the law of multiple response)
- Aktivitas Selektif (partial activity)
- Sikap (set of attitude)
- Reaksi dari analogi (reaction by analogy)
- Hukum perpindahan asosiasi (the law of associate shifting)
Insight Learning
Hukum Insight Learning bermula dari penagamatan Koffka tentang seekor Simpanse yang dimasukkan ke dalam kandang. Di atas kandang tergantung buah pisang, dan di dalam kandang tersebut terdapat sebuah kotak dan tongkat. Maka Simpanse itu akan berusaha mendapatkan pisang yang digantung.
Dari penelitian tersebut, muncullah kesimpulan sebagai berikut:
- Pembelajaran dengan pemahaman tergantung kemampuan dasar. Kemampuan dasar tergantung pada umur, keanggotaan (jenis) spesies, perbedaan individu dalam spesies.
- Terbentuknya insight dipengaruhi pengalaman masa lampau yang relevan.
- Pembentukan insight didahului proses trial and error.
- Pemecahan masalah dengan pemahaman dapat diulangi dengan mudah karena sudah terbentuk pemahaman dalam diri organisme
- pemahaman yang sudah diperoleh dapat digunakan untuk menghadapi situasi lain.
Pengkondisian Klasikal dan Operan
Proses belajar dengan pengkondisian menekankan pada belajar asosiatif. Membuat suatu asosiasi atau hubungan baru dari dua peristiwa adalah bentuk belajar yang paling dasar.
Reblogged this on kitateman and commented:
BalasHapusMencoba, tulisan yang baik