Setelah mengetahui definisi umum sosiologi, kemudian apa perbedaan dengan memahami bagian ini menjadi sebuah pertanyaan yang baik. Secara umum sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang masih tergolong mudah. Sosiologi lebih memfokuskan pada tindakan manusia, tindakan manusia ini dibatasi lagi oleh tindakan sosial. Perbedaan dengan psikologi terletak pada fokusnya, jika psikologi pada kejiwaan individu sedangkan sosiologi lebih kepada sosial. Perbedaan dengan ekonomi sudah cukup mudah dimengerti, ekonomi berfokus pada kegiatan perekonomian seseorang yaitu pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Hanya saja yang hampir mirip adalah sosiologi dengan antropologi sosial. Banyak ahli yang mengatakan perbedaan antara kedua ilmu ini tidak terlampau jauh. Yang menjadi perbedaannya adalah pada subyek yang diamati, jika sosiologi lebih berfokus pada unsur-unsur modern, sedangkan antropologi sosial pada unsur-unsur tradisional.
Secara umum minimal ada lima sifat dari Sosiologi. Pertama, bersifat empiris, artinya didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak spekulatif. Kedua, non-etis, artinya sosiologi tidak memandang keadaan sosial sebagai suatu hal yang baik atau buruk, tetapi hanya untuk menjelaskan fakta yang terjadi. Ketiga, bersifat kategoris, yaitu membatasi diri dengan apa yang terjadi saat ini, bukan apa yang seharusnya terjadi. Keempat, bersifat abstrak artinya yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam keadaan sosial. Kelima, bersifat umum, artinya mengungkap atau mempelajari gejala umum yang ada di masyarakat.
Selain lima ciri diatas ada juga sifat lainnya. Karena Ilmu ini mengalami perkembangan, maka ada beberapa hal yang bisa saja berubah. Seperti sifat sosiologi yang merupakan ilmu murni. Ilmu murni dapat berarti ilmu pengetahuan itu digunakan untuk mempertinggi mutu dari ilmu itu sendiri, dengan cara mendapatkan fakta yang lebih banyak mengenai fokus dari ilmu tersebut. Dalam hal ini sosiologi berfokus pada fakta keadaan sosial masyarakat saat ini. Makin banyak penelitian, maka makin banyak juga data yang terkumpul. Sosiologi tidak digunakan untuk peng-aplikasian pengetahuan tersebut secara langsung. Contoh lain yang lebih mudah adalah seorang ahli kimia tidak membuat obat-obatan karena kimia hanya mempelajari bentuk-bentuk kimia dan pengklasifikasiannya, yang menggunakan ilmu kimia sebagai pembuat obat adalah farmasi sebagai ilmu terapan. Jadi alurnya adalah ilmu murni meneliti dan menemukan fakta, lalu fakta tersebut digunakan oleh ilmu terapan untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa orang yang beranggapan saat ini sosiologi mengalami perkembangan yang cukup signifikan, sehingga sosiologi bisa juga dikategorikan sebagai ilmu terapan. Karena tidak seperti ilmu alam yang jelas pembagian tugasnya, ilmu sosial lebih fleksibel. Dari penjelasan diatas memang sedikit rumit mengungkapkan bahwa sesungguhnya sosiologi masih merupakan ilmu murni, sedangkan ilmu terapan dari sosiologi berada di jurusan ilmu kesejahteraan sosial, pemberdayaan, pembangunan sosial, dan sejenisnya. Namun yang namanya pengetahuan harus berdasarkan latar belakang yang dapat terukur, semua tergantung dari perspektif apa seseorang melihat sosiologi.
Posting Komentar
Ayo berkomentar dengan Bahasa yang Baik dan Sopan :)