Ilmu Sejarah merupakan ilmu yang membahas dan menggambarkan kejadian yang telah terjadi di masa lampau. Ilmu Sejarah memiliki cara sistematis layaknya sebuah ilmu. Tidak ada yang tahu pasti siapa pertama kali mencetuskan ilmu sejarah ini, karena sejarah memang telah ada dari awal manusia lahir di bumi ini, apapun yang tersisa dapat dijadikan pelajaran, terutama tulisan-tulisan terdahulu. Namun Ibnu Khaldun menjadi pioner terbentuknya sebuah sistematis dan teori dalam perkembangan ilmu sejarah. Teori awalnya adalah Teori Gerak Sejarah.
Yang paling terkenal dalam ilmu sejarah adalah reapprochement -nya, terutama pada ilmu sosial. Sartono Kartodirdjo mengemukakan sebab-sebab reapprochement antara ilmu sejarah dengan ilmu sosial karena:
- Sejarah deskriptif-naratif sudah tidak memuaskan lagi untuk menjelaskan pelbagai masalah atau gejala yang serba kompleks. Oleh karena objek yang demikian memuat pelbagai aspek atau dimensi permasalahan, maka konsekuensi logis ialah pendekatan yang mampu mengungkapkannya.
- Pendekatan multidimensional atau social scientific adalah yang paling tepat untuk dipergunakan sebagai cara menggarap permasalahan atau gejala di atas.
- Ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan pesat hingga dapat menyediakan teori dan konsep yang merupakan alat analitis yang relevan sekali untuk keperluan analitis historis (Kartodirdjo, 1992: 120).
Konsep-konsep yang sering digunakan dalam sejarah yaitu:
- perubahan
- peristiwa
- sebab dan akibat
- nasionalisme
- kemerdekaan
- perbudakan
- kolonialisme
- liberalisme
- konservatisme
- komunisme
- fasisme
- peradaban
- waktu
- feminisme
Teori yang digunakan oleh sejarahwan yaitu:
- Teori Gerak Sejarah (Ibnu Khaldun)
- Teori Gerak Sejarah Daur Kultural Spiral (Giambatista Vico)
- Teori Tantangan dan Tanggapan (Arnold Toynbee)
- Teori Dialektika Kemajuan (Jan Romein)
- Teori Despotisme Timur (Wittfogel)
- Teori Sejarah Perkembangan Masyarakat (Karl Marx)
- Teori Feminisme (Mary Wollstonecraft)
Posting Komentar
Ayo berkomentar dengan Bahasa yang Baik dan Sopan :)