SOSIOLOGI DI MATA DUNIA
Bagi yang belum begitu mengenal dunia ilmu pengetahuan sosial yang abstrak, tentu saja sedikit rumit memahami setiap pelajaran yang ada di sekolah. Banyak negara-negara yang belum terlalu paham mengenai ilmu yang baru ini. Berikut daftar negara yang belum menggunakan sosiologi di dalam pelajaran sekolah,
SOSIOLOGI DI INDONESIA
Di Indonesia sendiri, mata pelajaran sosiologi baru muncul diawal tahun 2000-an. Sebelumnya hanya ada ekonomi, geografi dan sejarah di mata pelajaran SMA. Begitu juga yang diujikan di dalam tes masuk perguruan tinggi negeri.
SOSIOLOGI DI MATA MASYARAKAT INDONESIA
Kalau yang satu ini sepertinya cukup jelas. Banyak orang yang belum mengenal sosiologi. Apa lagi kebanyakan SMA di Indonesia memiliki jurusan Ilmu alam dibanding dengan ilmu sosial. Orang tua pada umumnya tidak tahu apa itu sosiologi. Karena ilmu yang abstrak, banyak orang yang lebih memilih jurusan ilmu alam di SMA, dari pada ilmu sosial.
Pada kebanyakan lulusan SMA juga jarang menempatkan sosiologi sebagai pilihan pertama. Bahkan anak IPS sendiri, lebih memilih mempelajari ekonomi, seperti manajemen, akuntansi, atau bisnis. Bagi yang ingin menjadi guru, kemungkinan memilih jurusan pendidikan sosiologi mungkin cukup besar dibandingkan jurusan sosiologi murni. Karena masalah pekerjaan nantinya, jika pendidikan sosiologi jelas menjadi guru SMA IPS, tapi jurusan sosiologi murni masih belum terkonsentrasi secara spesifik.
Penulis tidak bisa membuat generalisasi dalam pendapat kebanyakan orang tentang sosiologi. Pembaca bisa mencari tahu di daerah masing-masing tentang sosiologi. Buat pertanyaan yang non formal dengan teman, orang tua, dan kerabat. Pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu untuk bertanya,
dengan teman, jika kamu akan masuk perguruan tinggi. Hei, aku mau masuk jurusan sosiologi, apa pendapatmu?
dengan orang tua. Ibu/bapak, sosiologi itu bagus tidak?
dengan kerabat. Mungkinkah jika aku masuk jurusan sosiologi bisa menjadi menteri?
dan lain sejenisnya.
dari pertanyaan tersebut, akan muncul beberapa jawaban yang kamu sendiri akan tahu artinya.
Jika pengalaman penulis, banyak dari orang yang aku tanya tidak ambil pusing dengan pertanyaan ku. Entah karena tidak mengerti, atau karena aku yang kurang jelas memberikan pertanyaan. Jawaban dari orang tua adalah “jurusan apapun terserah, yang penting sesuai keinginan”. Jawaban dari teman sebaya, “jurusan sosiologi mau jadi apa?, pekerja sosial?, nanti kerja di panti jompo, panti rehabilitasi atau PNS, atau “iya masuk sosiologi aja, nanti sudah lulus ambil akta empat biar bisa jadi guru, saat ini banyak sekolah yang butuh guru sosiologi” dan banyak jawaban yang lainnya. Jawaban dari kerabat adalah “suara jangkrik” “......” “?????”. Sangking seriusnya, detak jam dinding bisa terdengar jelas.
[…] “Banyak orang yang belum mengenal sosiologi. Apa lagi kebanyakan SMA di Indonesia memiliki jurusan Ilmu alam dibanding dengan ilmu sosial. Orang tua pada umumnya tidak tahu apa itu sosiologi. Karena ilmu yang abstrak, banyak orang yang lebih memilih jurusan ilmu alam di SMA, dari pada ilmu sosial” menurut blog https://sosteori.wordpress.com/2015/12/15/231/ […]
BalasHapuskk klo aku ambil sosiologi murni,bsa gak klo aku jd dosen??
BalasHapuskk klo aku ambil sosiologi murni bsa gak ak jdi dosen nntinya?
BalasHapusBisa Nur Azizah, kalau mau jadi dosen di Indonesia harus satu alur nanti jurusannya. Kalau mau ngambil S1 Sosiologi murni, S2 juga harus ngambil sosiologi juga, baik yang sudah konsentran ataupun sosiologi umum.
BalasHapus