1. Ochieved status : status yang didapat seseorang melalui usahanya sendiri.
2. Akultirasi : proses perubahan yang di tandai dengan terjadinya penyatuan dua kebudayaan yang berbeda.
3. Apartheid : pemisah rasial yang nyata antara penduduk kulit putih yang merupakan kaum minoritas yang memimpin dengan penduduk non kulit putih mayoritas.
4. Arbitrasi : pengendalian konflik yang dilakukan apabila kedua belah pihak yang bertentangan bersepakat untuk menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi diantara mereka.
5. Ascribel status : status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat yang di dapat tanpa memandang bakat / karakteristik unik orang tersebut.
6. Asimilasi : proses sosial taraf lanjut yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat diantara individu atau kelompok dalam masyarakat.
7. Assigned status : status yang diberikan kepada seseorang karena telah berjasa melakukan sesuatu pada masyarakat.
8. Diferensiasi : pembedaan yang dikaitkat dengan interaksi, tetapi tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah ( secara horizontal ). Perbedaan sosial yang menunjukkan adanya tingkatan yang berbeda dalam masyarakat ( secara Vertikal ).
9. Diferensiasi sosial : proses penempatan orang-orang dalam berbagai kategori sosial yang berbeda, yang didasarkan pada perbedaan** yang diciptakan secara sosial.
10. Disintegrasi : suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian** dari suatu kesatuan.
11. Efektifitas mananam : hasil positif penggunaan tenaga manusian, alat, organisasi dan metode dalam menanam lembaga baru.
12. Empati : keadaan mental yang membuat seseorang merasa/mengidentifikasikan dirinya dalam keadaan perasaan/pikiran yang sama dengan orang / kelompok lain.
13. Empati sosial : suatu keadaan dimana seseorang memahami perbedaan** sosial yang ada dalam masyarakat dengan cara menempatkan dirinya sebagai individu atau kelompok yang berbeda.
14. Etnosentrisme : sikap yang cenderung bersikap subjektif dalam memandang budaya lain.
15. Gender : perbedaan secara budaya antara pria dan wanita yang dipelajari melalui proses sosialisasi.
16. Institusi : pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial.
17. Integrasi : di bangunnya interdepensi ( kesaling tergangungan ) yang lebih rapat antara bagian** dari organisme hidup/antar anggota** di dalam masyarakat.
18. Integrasi sosial : proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan bermasyarakat.
19. Interseksi : persilangan atau pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai seksi baik berupa suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial di dalam suatu masyarakat majemuk.
20. Kasta : suatu kategori dimana pada anggotanya ditunjuk dan di tetapkan status yang permanen dalam hirarki sosial, serta hubungan-hubungannya dibatasi sesuai dengan statusnya.
21. Kekayaan : kriteria ekonomi dimana orang yang berpenghasilan tinggi atau besar akan menempati lapisan sosial yang tinggi pula.
About Author
Umaru adalah penulis lepas yang saat ini berprofesi sebagai abdi negara di kementerian. Yang disukai dari menulis hanya untuk meninggalkan jejak positif pengetahuan untuk umum. Karena semua permulaan perubahan dimulai dari membaca.
Advertisement
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar
Ayo berkomentar dengan Bahasa yang Baik dan Sopan :)