Di sebuah ruangan berdinding putih
dengan perlengkapan serba putih, duduklah seorang pria. Ia adalah Pangeran
Austin anak Raja Leon dan Ratu Uina dari Kerajaan Aron. Raja dan Ratu meninggal
saat Pangeran berusia 6 tahun, posisi Raja sekarang digantikan oleh Penasehat
Gordhan dan pada waktunya nanti akan dikembalikan kepada Pangeran. Saat ini
Pangeran sedang menjalani tes untuk menjadi Raja, oleh karena itu Ia dikurung
didalam kamar putih selama 17 tahun sejak Raja dan Ratu meninggal untuk melatih
kesabarannya. Besok ialah ulang tahun pangeran yang ke 23 dan ia harus
menjalani tes terakhir untuk menjadi Raja. Malam yang dingin bagi Pangeran
karena besok ialah tes penting untuk hidupnya dan Kerajaan Aron, dia tidak bisa
membayangkan jika dia gagal. Keesokan harinya pintu kamar dibuka, Pangeran
dibawa ke ruangan Raja. Penasehat Gordhan duduk di kursi singgasana Raja
bersama Amora Putrinya.
“Hari ini adalah penentuan tes tahap akhir menjadi Raja, dalam tes ini kau harus melewati hutan terlarang sendirian untuk mencari Kristal perak. Jika kau membawanya dalam 3 hari tahta Ayahandamu akan kukembalikan, jika tidak maka aku yang menjadi Raja. Kunci untuk menemukannya ialah dengarkan nasehat bangau.”
Maka berangkatlah Pangeran dengan hanya dibekali sebotol air putih. Hutan
terlarang ialah hutan belantara yang menyeramkan dan tidak pernah dimasuki oleh
siapapun. Saat memasuki hutan Pangeran merasa sangat lapar, Ia melihat ada
pohon apel dan saat ingin memetiknya terdengar suara menjerit.
“aahhhhhhh…..!!! Jangan kau makan
buah itu!!!”
Pangeran tersentak kaget, yang berbicara ialah seekor Bangau berwarna merah
jambu. Bangau yang aneh sekali pikirnya.
“Kau hanya seekor Bangau, kenapa kau
bisa berbicara?” Tanya Pangeran.
“Apel itu beracun, makanlah buah
anggur putih disebelah sana.”
Setelah mengatakan itu Bangau terbang menjauh, Pangeran segera menuju
anggur putih yang ditunjuk Bangau. Setelah kenyang Pangeran kembali melanjutkan
perjalanannya. Pangeran berputar putar di hutan dan tetap tidak menemukan
Kristal perak yang dimaksud. Hari sudah sore, Pangeran menjadikan pepohonan
untuk tempat tidurnya. Tibalah Pagi, hari kedua untuk pangeran mencari kristal
perak, kali ini seekor Bangau Merah mendekati Pangeran.
“Kau hanya
harus berjalan lurus dan jangan pernah berhenti apapun yang kau lihat atau kau
dengar.”
Belum sempat pangeran bertanya Bangau Merah itu sudah pergi. Pangeran mulai
berjalan mengikuti pesan Bangau Merah. Dalam perjalanannya seekor Tupai
mendekati Pangeran Austin.
“Hei manusia, mau kemana engkau?” Tanya Tupai itu.
“Hei manusia, mau kemana engkau?” Tanya Tupai itu.
Pangeran sudah tidak terkejut lagi melihat Tupai yang berbicara, karena ia
sudah bertemu dengan Bangau yang bisa bicara. Namanya juga hutan terlarang
pikir Pangeran.
“Aku hendak mencari kristal perak.
Apakah kau tau tempatnya?”
“Ayo ikuti aku.” Ucap tupai. Tibalah
Pangeran di hamparan bunga yang sangat wangi. Tupai melompat meninggalkan
Pangeran.
“Hei Tupai, kemana engkau? Dimana
kristalnya? Apakah diantara bunga ini?” Tupai tidak menjawab dan tidak kembali
juga, Tupai telah kabur meninggalkan Pangeran sendirian.
Tidak beberapa lama berdiri diantara bunga-bunga, Pangeran merasa lemas,
tubuhnya kaku, matanya sangat berat, dan kepalanya pusing. Pangeran mencoba
menggerakkan badannya namun tidak bisa. Malam pun berlalu dan hari telah pagi,
hari ini tepat hari ke terakhir bagi Pangeran untuk mencari kristal perak.
Tiba-tiba ada yang menarik Pangeran pergi dari hamparan bunga, setelah beberapa
saat Pangeran kembali sehat seperti semula. Dilihatnya seorang gadis yang
sangat cantik, kulitnya putih bersinar dengan rambutnya perak berkilau tetapi
tubuhnya terlihat seperti roh yang tembus pandang.
“Apa yang terjadi denganku tadi dan
siapa kamu?” Tanya pangeran.
“Kau tak seharusnya kesana karena
itu hamparan bunga beracun” Pangeran sadar tak seharusnya ia mendengarkan
perkataan Tupai ia seharusnya hanya mendengarkan nasehat Bangau seperti yang
dikatakan oleh Penasehat Gordhan.
“Lalu kemana aku harus pergi?” tanya
Pangeran.
“Ikutilah nasehat Bangau.” Lalu
gadis itupun pergi.
Pangeran melanjutkan perjalanannya, dan ia bertemu dengan Bangau Merah dan
Bangau Merah Jambu.
“Pangeran, kau harus berjalan terus
lalu nanti dibawah air terjun kau akan melihat 2 buah dinding es, dan kau harus
memilih mengeluarkan sekotak harta emas permata dan kristal perak atau raganya
Oza si gadis perak yang telah menyelamatkan mu.” Kata Bangau Merah
“Aku harap kau lebih memilih
menyelamatkan Oza” Lanjut Bangau Merah Muda.
Lalu kedua Bangau itu terbang menghilang. Pangeran melanjutkan
perjalanannya, ia akhirnya menemukan dinding es, Pangeran bingung harus memilih
menyelamatkan Oza atau kristal perak.
“Tunggu apa lagi Pangeran? Pecahkan
lah dinding es itu dan ambillah kristal perak. Lalu setelah ini kau resmi
menjadi Raja mengambil kembali posisi Ayahandamu.”
Tiba-tiba Penasehat Gordhan dan putrinya Amora sudah berada disebelah
Pangeran. Pangeran heran kenapa Penasehat Gordhan memintanya mendengarkan
nasehat Bangau, tetapi Bangau memintanya menyelamatkan Oza bukan mengambil
kristal perak.
“Lekaslah ambil kristal peraknya,
waktumu tidak banyak” Kata Penasehat Gordhan.
Pangeran mengambil batu besar lalu memecahkan dinding es, namun Penasehat
Gordhan terkejut yang dipilih pangeran bukanlah kristal perak melainkan
menyelamatkan gadis perak.
“Apa yang kau lakukan?” pekik
Penasehat Gordhan
“Inilah yang
benar Gordhan, menyelamatkannya karena ia telah menolong nyawaku. Jika tidak
mungkin aku sudah mati oleh racun hamparan bunga.”
“Kau tidak boleh membalas budinya.”
Ucap penasehat Gordhan marah.
Gadis perak pun terbangun dan melemparkan serbuk perak ke arah penasehat
Gordhan. Dengan segera penasehat Gordhan dan putrinya Amora menjadi tupai
hitam, lalu dua ekor bangau merah dan merah jambu berubah menjadi manusia yaitu
Raja Leon dan Ratu Uina. Pangeran terkejut tidak mengerti apa yang terjadi.
“Kau sudah besar rupanya anakku.” Kata Ratu“Apa yang terjadi sebenarnya Ibunda?” tanya Pangeran.“Ini semua ialah tipu muslihat Penasehat Gordhan dan putrinya yang menginginkan kekuasaan. Dengan sihir hitamnya ia mengubah Ayahanda dan Ibunda mejadi Bangau, dan mengatakan bahwa kami telah meninggal lalu mengurungmu dikamar putih. Ia mengatakan yang bisa menyelamatkan kami apabila dirimu mengambil cristal perak, namun selama 17 tahun ini kami mencari kebenaranya. Ternyata cristal perak hanya akan menambah ilmu shirinya dan yang bisa memusnahkan sihir penasehat Gordhan ialah Oza sigadis perak oleh karena itu ia menyegal Oza.” Jelas Ratu Uina.
Pangeran Austin menaati aturan dari awal yaitu mendengarkan nasehat Bangau,
Pangeran juga tidak kalut oleh harta dan kekuasaan oleh karena itu ia memilih
Oza karena telah menyelamatkan nyawanya. Sedangkan penasehat Gordah buta akan
kekuasaan dan melakukan segala cara sehingga sekarang ia mendapatkan ganjaran
atas perbuatannya. Raja Leon menyerahkan tahta kepada Pangeran Austin, dan
menikah denga Oza. Mereka hidup bahagia selamanya bersama dengan rakyat Negeri
Aron.
Posting Komentar
Ayo berkomentar dengan Bahasa yang Baik dan Sopan :)